EXO

Exo (bahasa Korea: 엑소; sering ditulis sebagai EXO) adalah sebuah boy band Korea Selatan-Tiongkok berbasis di Seoul, dengan sembilan anggota: Suho, Baekhyun, Chanyeol, D.O., Kai, Sehun, Xiumin, Lay, dan Chen.

Grup ini dibentuk oleh SM Entertainment pada tahun 2011 dan debut pada tahun 2012. Musik mereka memasukkan aliran seperti pop, hip-hop, dan R&B, dan juga aliran electronic dance music seperti house, trap, dan synth-pop. Grup ini menempati posisi lima besar sebagai selebritas paling berpengaruh dalam daftar Forbes Korea Power Celebrity tiap tahun dari 2014 sampai 2018, dan telah dijuluki “boy band terbesar di dunia” dan “kings of K-pop” oleh media.

Grup ini debut dengan 12 anggota yang dibagi menjadi dua sub-grup: Exo-K (Suho, Baekhyun, Chanyeol, D.O., Kai, and Sehun) dan Exo-M (Xiumin, Lay, Chen, dan para mantan anggota seperti Kris, Luhan, dan Tao.
 Exo-K dan Exo-M membawakan musik dalam Bahasa Korea dan Mandarin, masing-masing, sampai tahun 2014.
Exo telah menjadi satu grup sejak saat itu, dengan tetap merilis dan membawakan musik dalam beberapa bahasa. Setelah keluarnya Kris, Luhan, dan Tao ditengan tuntutan hukum pada tahun 2014 dan 2015, grup ini tetap bertahan dengan sembilan anggota.
Sejak tahun 2016, Chen, Baekhyun, dan Xiumin juga telah merilis musik dan tampil sebagai sebuah sub-unit bernama Exo-CBX.
Semua anggota Exo juga mempunyai karier solo dalam bidang seperti musik, film, dan televisi.

Album pertama Exo XOXO (2013), yang menghasilkan hit terobosan “Growl“, mendapat sukses kritis dan komersil. Lagu ini terjual lebih dari satu juta eksemplar, membuat Exo menjadi artis Korea terlaris dalam 12 tahun.
Album-album dan EP berikutnya juga mendapat penjualan tinggi, dengan semua album studio masing-masing terjual lebih dari satu juta eksemplar . Album studio XOXO (2013), Exodus (2015) dan Ex’Act (2016), ‘bersama dengan EP ketiga Exo Overdose (2014), memenangkan Exo beberapa penghargaan termasuk empat kemenangan berturut-turut masing-masing Disc Daesang di Golden Disc Awards,
Album of the Year di Mnet Asian Music Awards,
dan Daesang award di Seoul Music Awards.

Album keempat mereka The War (2017) menjadi album terlaris mereka sesudah dirilis, terjual lebih dari 1.6 juta eksemplar di Korea Selatan dan memenangkan penghargaan Artist of the Year kedua berturut-turut di Melon Music Awards, dan juga sebuah rekor penghargaan Album of the Year kelima berturut-turut di Mnet Asian Music Awards. Album kelima Exo Don’t Mess Up My Tempo (2018) merupakan album dengan posisi tertinggi mereka di Billboard 200 AS, debut di nomor 23. Album ini juga merupakan album terlaris mereka dengan lebih dari 1.9 juta eksemplar di Korea Selatan

Formasi dan debut

Ketua Exo-K, Suho, merupakan anggota pertama yang bergabung bersama SM Entertainment, setelah audisi sukses melalui sistem pemilihan anggota perusahaan ini pada tahun 2006. Di tahun berikutnya, Kai, dengan keyakinan dari ayahnya, mengikuti audisi di SM Youth Best Contest; dia menang dan mendapatkan kontrak. Chanyeol, yang berada di posisi kedua di Smart Model Contest, dan Sehun, yang mengikuti empat audisi dalam dua tahun, menjadi anggota-anggota berikutnya yang mengikuti pelatihan pada tahun 2008. Pada tahun 2010, D.O. dari Exo-K menyanyi di audisinya dan akhirnya ditawari kontrak. Anggota terakhir dari Exo-K yang mengikuti pelatihan adalah Baekhyun, yang bergabung pada tahun 2011 melalui sistem pemilihan SM Entertainment dan dilatih selama sekitar satu tahun sebelum debut. Dalam Exo-M, Kris audisi pada tahun 2008 di sebuah audisi global SM Entertainment di Kanada, sebelum pindah ke Korea Selatan untuk mengikuti pelatihan. Di tahun yang sama, Lay mengikuti audisi di Changsha, Tiongkok, dan kemudian pindah ke Korea Selatan, dan Xiumin mengikuti sebuah audisi bersama temannya dan memenangkan posisi kedua. Pada tahun 2010, Luhan ditemukan oleh seorang perwakilan dari SM Entertainment di Seoul dan meloloskan audisinya, dan Tao was ditemukan di sebuah acara bakat. Anggota terakhir yang bergabung di Exo-M adalah Chen, yang mengikuti sistem pemilihan anggota pada tahun 2011.

Berbicara di seminar bisnis di Stanford University pada bulan Mei 2011, pendiri SM Entertainment Lee Soo-man membagikan sebuah strategi untuk mendebutkan sebuah boy band baru yang akan dibagi menjadi dua sub-grup, mempromosikan musik yang sama secara serentak di Korea Selatan dan Tiongkok dengan membawakan lagu-lagu dalam Bahasa Korea dan Mandarin. Setelah beberapa anggota berubah, pada bulan Desember 2011, grup ini akhirnya diberi nama sebagai Exo, diambil dari kata “exoplanet”. Mereka dibagi menjadi dua sub-grup: Exo-K untuk Korea Selatan dan Exo-M untuk Tiongkok. Penampilan televisi pertama grup ini dilakukan di acara tahunan SBS Gayo Daejeon pada tanggal 29 Desember 2011.

Exo-K dan Exo-M debut dengan single “Mama” pada tanggal 8 April 2012, diikuti oleh EP Mama pada tanggal 9 April. Kedua sub-grup ini mempromosikan album tersebut secara terpisah; Exo-K tampil di program musik Korea Selatan The Music Trend dan Exo-M tampil di Top Chinese Music Awards di Shenzhen di hari yang sama. Versi Korea dari EP ini berada di nomor satu di Gaon Album Chart Korea Selatan dan di nomor delapan di Billboard World Albums Chart, dan versi Mandarinnya berada di nomor dua di Sina Album ChartTiongkok dan nomor satu di berbagai aplikasi daring Tiongkok. Sesudah debut, Exo merilis dua single, berjudul “What Is Love” dan “History”, yang berada di nomor 88 dan nomor 68 masing-masing di Gaon Digital Chart dan di nomor enam di Sina Music Chart. Exo dianugerahi Best New Asian Group di Mnet Asian Music Awards 2012 dan Newcomer Award di Golden Disc Awards.

Usaha solo dan sukses global

Album studio ketiga Exo Ex’Act dan single-singlenya, “Lucky One” dan “Monster”, dirilis pada tanggal 9 Juni 2016, dalam versi Bahasa Korea dan Bahasa Mandarin. Pra-pemesanan domestik untuk album ini melampaui 660,000 eksemplar, membuatnya menjadi album K-pop dengan pra-pemesanan terbanyak pada waktu itu. Album ini memecahkan rekor sebagai penjualan minggu-pertama tertinggi oleh sebuah album Bahasa Korea, sebelumnya dipegang oleh EP keempat mereka sendiri, Sing For You. “Monster” menjadi lagu nomor satu pertama Exo di tangga lagu BillboardWorld Digital Songs, dan “Lucky One” debut di nomor satu. Pada tanggal 18 Agustus 2016, sebuah edisi baru dari album ini, berjudul Lotto, dirilis; album ini menambahkan empat lagu baru, termasuk single berjudul sama seperti judul album.”Lotto” menjadi lagu nomor satu kedua Exo di tangga lagu Billboard World Digital Songs, dan berada di nomor dua di Gaon Digital Chart. Edisi baru dari versi Korea dan Mandarin berada di nomor satu dan dua di Gaon Album Chart, masing-masing. Kurang dari dua bulan dari rilis resminya, Ex’Act telah terjual 1.17 juta eksemplar, menjadi album ketiga Exo yang terjual lebih dari satu juta eksemplar, membuat mereka mendapat gelar “penjual tiga juta” dari media.

Pada tanggal 21 Juli, Kris dan Luhan secara resmi keluar dari Exo karena perselisihan kontrak mereka dengan SM Entertainment telah diselesaikan. Pada tanggal 22 Juli, Exo mengadakan tur utama ketiga mereka, “Exoplanet 3 – The Exo’rdium”, dengan rekor enam konser berturut-turut di Olympic Gymnastics Arena. Pada tanggal 28 Mei 2017, tur berakhir dengan konser yang kedua dari dua konser berturut-turut di Seoul Olympic Stadium, stadion terbesar di Korea Selatan, dengan perkiraan maksimum kapasitas sebanyak 100,000. Tiket untuk tanggal pertama dijual pada tanggal 12 April dan habis kurang dari 20 menit. Pada bulan Juni, Lay mengumumkan bahwa dia tidak akan mengambil bagian dari album grup ini berikutnya, dan memilih fokus di karier aktingnya. Sejak itu, dia telah absen dari album dan penampilan publik bersama Exo. Pada tanggal 7 Desember, Exo merilis single Jepang kedua mereka, “Coming Over”. Terjual lebih dari 158,000 eksemplar, single ini berada di nomor dua di tangga lagu mingguan Oricon dan menjadi single Jepang kedua mereka yang meraih sertifikasi Platinum dari Recording Industry Association of Japan. Rilis musim dingin ketiga Exo dan EP kelima bertajuk For Lifedirilis pada tanggal 19 Desember. Mereka tidak secara publik mempromosikan album ini, yang terjual lebih dari 442,000 eksemplar kurang dari dua minggu.

Juga di tahun 2016, para anggota grup menghabiskan waktu mengembangkan karier solo mereka. Pada tanggal 7 Januari, Baekhyun merilis “Dream”, sebuah kolaborasi bersama penyanyi berkebangsaan Korea Selatan Suzy. Single ini menjadi populer, dan memenangkan Best Collaboration di 18th Mnet Asian Music Awards diantara penghargaan lainnya. Pada tanggal 31 Oktober, Chen, Baekhyun, dan Xiumin debut sebagai sub-unit pertama dari grup, Exo-CBX, yang merupakan kombinasi dari inisial nama panggung masing-masing anggotanya. Per tahun 2018, mereka telah merilis dua EP dalam Bahasa Korea dan dua EP dalam Bahasa Jepang. Pada tanggal 28 Oktober, Lay merilis EP pertama dari dua solo EPnya dalam Bahasa Mandarin. Pada tahun 2016 dia juga berakting dalam The Mystic Nine, sebuah acara televisi di Tiongkok yang menarik lebih dari 12 miliar penonton secara daring.  Semua anggota grup juga mengejar aktivitas solo di berbagai industri, termasuk musik, film, televisi, dan teater.

Album studio keempat Exo The War dirilis pada tanggal 18 Juli 2017. Album ini mendapat 807,235 pra-pemesanan, melewati rekor mereka sendiri sebanyak 660,000 untuk Ex’Act. Single utama “Ko Ko Bop” debut di nomor satu di Melon Digital Chart, membuat Exo menjadi grup K-pop pertama yang memasuki nomor satu setelah perubahan bagan diimplementasikan pada tanggal 27 Februari 2017. Setelah rilis, album ini mencatat penjualan minggu pertama tertinggi dari semua album K-pop. Album ini debut di nomor 87 di Billboard200, nomor satu di tangga album Billboard World Albums, dan tangga album lain di seluruh dunia – yang pertama untuk Exo. Pada tanggal 29 Agustus, di edisi tahun 2018 dari Guinness World Records menobatkan Exo sebagai having won the “Most Daesang” (grand prize) awards di Mnet Asian Music Awards. Pada tanggal 5 September, grup ini merilis sebuah edisi baru dari The War, berjudul The War: The Power of Music. Album ini menambahkan tiga lagu baru, termasuk single “Power” Pada tanggal 14 September, “Power” mencatat skor tertinggi sepanjang masa di M Countdown dengan 11.000 poin, yang membuat Exo menjadi artis pertama yang mencapai skor sempurna setelah perubahan sistem perhitungan acara ini diimplementasikan pada bulan Juni 2015. Kemenangan ini juga menandai Kemenangan ke-100 grup ini di sebuah acara musik.

Pada tanggal 19 Oktober, Exo mengumumkan tur dunia ketiga mereka, “Exoplanet #4 – The EℓyXiOn”, yang dimulai dengan tiga malam berturut-turut di Gocheok Sky Dome di Seoul, dimulai pada tanggal 24 November. Per 30 November, penjualan Korea dari The War dilaporkan mencapai hampir 1.6 juta eksemplar, membuatnya menjadi album terlaris Exo pada saat itu dan mereka mendapatkan gelar “penjual empat juta” dari media. Di awal bulan Desember, Exo mengumumkan rilis spesial musim dingin keempat dan EP keenam, Universe. EP ini awalnya akan dirilis pada tanggal 21 Desember, tetapi ditunda sampai tanggal 26 Desember karena kematian dari teman sesama label Jonghyun.

Olimpiade Musim Dingin dan pengakuan internasional

Pada tanggal 16 Januari 2018, “Power” menjadi lagu K-pop pertama yang dimainkan di The Dubai Fountain di Burj Khalifa Lake, Dubai. Ketujuh anggotanya mengunjungi Dubai untuk melihat pemutaran pertamanya. Pemutaran awal lagu ini diperpanjang dari Januari ke Maret. Lagu ini juga kembali diputar dari September sampai November di tahun yang sama. Pada tanggal 31 Januari, Exo merilis album studio Jepang pertama mereka berjudul Countdown. Album ini debut di nomor satu di tangga lagu mingguan Oricon, terjual approximately 89,000 eksemplar. Pencapaian ini membuat Exo menjadi grup musik non-Jepang pertama yang single dan album debutnya berada di nomor satu di chart mingguan Oricon. Sepuluh hari sesudah rilis, pada tanggal 9 Februari, Countdown disertifikasi Emas oleh Recording Industry Association of Japan.

Diawal bulan Februari, diumumkan bahwa Exo akan tampil di acara penutupan Olimpiade Musim Dingin 2018 di Pyeongchang pada tanggal 25 Februari, sebagai perwakilan dari K-pop bersama dengan CL. Sesudah pengumuman ini, Baekhyun menyanyikan lagu kebangsaan di acara pembukaan dari majelis umum International Olympic Committee pada tanggal 5 Februari, dan Exo tampil di Konser resmi D-100 di akhir tahun 2017, yang menandakan 100 hari sampai dimulainya Olimpiade Musim Dingin. Penampilan mereka menarik perhatian media global dan pujian. Pada bulan Maret 2018, Korean Mint Corporation mengumumkan rencana untuk menciptakan medali peringatan resmi untuk Exo, yang dianugerahi untuk grup ini atas kontribusi mereka menyebarkan budaya Korea secara global. Sembilan medali, masing-masing memperingati salah satu anggota grup, diungkapkan pada tanggal 18 April, di sebuah upacara di Seoul.

Album studio kelima Exo, Don’t Mess Up My Tempo, diumumkan di awal bulan Oktober dengan rilis pada tanggal 2 November 2018. Ini juga diungkapkan Don’t Mess Up My Tempo akan menampilkan sembilan anggota Exo secara keseluruhan– album pertama grup ini yang dirilis sejak Lotto pada tahun 2016. Album ini mendapat 1,104,617 pra-pemesanan, melewati rekaman mereka sebelumnya. Album ini mendapatkan kesuksesan, terjual 1,179,997 eksemplar per 30 November, membuat Exo sebagai “penjual sebanyak lima juta” album di media. Dengan rilis dari Don’t Mess Up My Tempo, Exo menjadi artis pertama yang melewati 10 juta penjualan total album di Korea Selatan. Album ini debut di nomor 23 di Billboard 200 dengan 23,000 penjualan setara album dan nomor satu di Independent Albums dan tangga album World Albums oleh Billboard. Album ini merupakan album Exo dengan posisi tertinggi di Billboard 200 dan album nomor satu keempat mereka di tangga album World Albums. Love Shot dirilis pada tanggal 13 Desember, sebagai versi baru dari Don’t Mess Up My Tempo. Single utama, juga berjudul “Love Shot”, menjadi single ketiga nomor satu Exo di tangga lagu Billboard World Digital Songs dan bertahan selama tiga minggu berturut-turut. Don’t Mess Up My Tempo terjual 1,951,879 eksemplar di Korea Selatan pada tahun 2018 dan menjadi album terlaris Exo.

Untuk sampai ke Sebuah puncak pasti akan melewati banyak rintangan. Entah itu jurang atau badai. Jika kita melaluinya dengan sabar dan tekad yang kuat kita pasti akan sampai ke titik itu.

Tinggalkan komentar